
Jakarta, 4 September 2025 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI Cabang Kebayoran Lama Jakarta Selatan) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap anggota dengan mengadakan kegiatan penyerahan santunan duka bagi keluarga guru yang telah wafat. Acara berlangsung di Aula SMAN 29 Jakarta, dengan suasana penuh keharuan dan kebersamaan.
Santunan tersebut diberikan kepada keluarga almarhum Bapak Joko Suryadi (guru SMAN 29 Jakarta) dan Bapak Sudarminto (guru SDN GU 03 Jakarta). Kehadiran pengurus, anggota PGRI, serta keluarga almarhum menjadi bukti nyata bahwa PGRI bukan hanya wadah organisasi profesi, tetapi juga rumah kebersamaan dan solidaritas bagi para guru.
Acara diawali dengan doa bersama untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Setelah itu, dilakukan penyerahan santunan secara simbolis oleh Ketua PGRI Cabang Kebayoran Lama kepada perwakilan keluarga almarhum.
Dalam kesempatan ini, Ketua PGRI Cabang Kebayoran Lama, Ibu Donna Solhiana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat solidaritas dan kepedulian antaranggota PGRI. Beliau menekankan bahwa PGRI tidak hanya hadir untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, tetapi juga hadir untuk memberikan dukungan moral maupun materiil di saat-saat sulit yang dialami oleh anggota.
Selain itu, Wakil Ketua 1, Bapak Edi Setiadi, dan Wakil Ketua 2, Ibu Halimah Tusa’diyah, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota PGRI yang senantiasa menjaga semangat persaudaraan. Mereka menambahkan bahwa program santunan ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten, sehingga keluarga anggota yang berduka dapat merasakan kehadiran PGRI sebagai keluarga besar yang saling menopang.
Acara berlangsung dengan khidmat, penuh rasa kebersamaan, dan ditutup dengan doa serta ramah tamah antara pengurus PGRI, anggota, dan keluarga almarhum. Dengan adanya kegiatan ini, PGRI Cabang Kebayoran Lama ingin menegaskan kembali komitmennya untuk selalu menjadi wadah perjuangan, kebersamaan, dan solidaritas bagi para guru di wilayah Kebayoran Lama khususnya, dan Jakarta Selatan pada umumnya.

